Image of Bersaksi di Tengah Badai

Text

Bersaksi di Tengah Badai



Mengapa Wiranto tidak berusaha mengambil alih kekuasaan ketika beberapa kali peluang emas telah di pelupuk mata? Apakah dia khawatir, sengaja disingkirkan, atau menghindari konflik dan keke-rasan? Bagaimanakah Wiranto menyelesaikan dilema etik dalam dirinya dan dalam hubungannya dengan kekuasaan pada hari-hari terakhir Orde Baru? Apa sajakah langkah-langkahnya dalam menyikapi tuntutan demo-kratisasi dan sikapnya terhadap penculikan aktivis dan demonstrasi mahasiswa?
Bersaksi di Tengah Badai, antara lain, ingin menguak pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebagai catatan pribadi dari seorang jenderal yang bersaksi di tengah situasi politik yang kalut, buku ini merefleksikan kan-dungan emosional seorang Wiranto yang kaya kisah, blak-blakan, tapi tidak menyerang orang lain sehingga tetap simpatik dan argumentatif.
Ditulis dengan nada lugas tapi tetap elegan, adakalanya diselingi selera humornya, dan dilengkapi informasi yang kaya dan eksklusif, buku ini memperlihatkan posisi strategis Wiranto-meminjam istilah Prof. Taufik Abdullah-at the juncture of history" (di persimpangan sejarah), terutama saat-saat menjelang dan setelah berhentinya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. la juga menguak beberapa peristiwa penting pada masa transisi Pemerintahan B.J. Habibie dan K.H. Abdurrahman Wahid yang hingga kini masih dianggap kontroversial


Ketersediaan

#
My Library (800 Kesusastraan) 899.221 WIR b
0012158
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 WIR b
Penerbit Institut For Demoracy Of Indonesia : Jakata.,
Deskripsi Fisik
xxix, 347 hlm 21x14 cm Bibliografi 347 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-96845-1-x
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet. 1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog